ja_mageia

  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Komputer

Karakteristik dan Jenis Pembelajaran
dengan Multimedia

M. Miftah. M.Pd.
Balai Pengembangan Multimedia Semarang, Pustekkom, Depdiknas
Jl. Lamongan Tengah, Bendan Ngisor, Sampangan, Semarang. This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

I. PENDAHULUAN
 Sesuai dengan kemajuan di bidang Teknologi Pendidikan (Educational Technology), maupun Teknologi Pembelajaran (Instructional Technology) menuntut digunakannya berbagai media pembelajaran (instructional media) serta peralatan-peralatan yang semakin canggih (sophisticated). Boleh dikatakan bahwa dunia pendidikan dewasa ini hidup dalam dunia media, dimana kegiatan pembelajaran telah bergerak menuju dikuranginya sistem penyampaian bahan pengajaran dengan metode ceramah dan diganti dengan digunakannya multimedia. Lebih-lebih pada kegiatan pembelajaran yang menekankan pada kompetensi-kompetensi yang terkait dengan keterampilan proses, maka peranan media pembelajaran. Pembelajaran yang dirancang secara baik dan kreatif dengan memanfaatkan multimedia, dalam batas-batas tertentu akan dapat memperbesar kemungkinan siswa untuk belajar lebih banyak mencamkan apa yang dipelajarinya, lebih baik, dan meningkatkan penampilan (performance) siswa dalam rangka meningkatkan ketercapaian kompetensi

II. MAKNA MEDIA PEMBELAJARAN
Untuk mengawali pembahasan mengenai multimedia pembelajaran terlebih dahulu akan dibicarakan sekilas tentang pengertian media secara umum dari segi teori komunikasi dan memberikan batasan secara khusus tentang media pembelajaran.
Kata “Media” berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium”, secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Association for Education and Communication Technology (AECT), mengartikan kata media sebagai segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses informasi. National Education Association (NEA) mendefinisikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut. Sedangkan HEINICH, dkk (1982) mengartikan istilah media sebagai “the term refer to anything that carries information between a source and a receiver”.
Sementara kegiatan pembelajaran adalah suatu proses komunikasi. Dengan kata lain, kegiatan belajar melalui media terjadi bila ada komunikasi antara penerima pesan (P) dengan sumber (S) lewat media (M) tersebut. Namun proses komunikasi itu sendiri baru terjadi setelah ada reaksi balik (feedback).
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media pembelajaran itu merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar. Batasan tersebut terungkap antara lain dari pendapat-pendapat para ahli seperti Wilbur Schramm (1971), Gagne dan Briggs (1970). Dari pendapat ketiga ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa setidak-tidaknya mereka sependapat bahwa: (a) media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut, dan (b) bahwa materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran, dan (c) bahwa tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar.
 Yusufhadi Miarso (1985) memberikan batasan media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Batasan yang sederhana ini memiliki arti yang sangat luas dan mendalam, mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran.

III. KLASIFIKASI JENIS MEDIA
Banyak sekali media yang dapat dipakai dalam kegiatan pembelajaran. Dengan keanekaragaman media ini maka terdapat berbagai cara yang dapat dipergunakan untuk mengadakan klasifikasi media, atas dasar kategori-kategori tertentu. Satu hal yang perlu diketahui, bahwa hingga saat ini belum ada taksonomi yang sifatnya baku dan berlaku umum. Yang jelas bahwa klasifikasi jenis-jenis media ini akan sangat dipengaruhi oleh tujuan klasifikasi itu sendiri.
Sebagai gambaran berikut ini dikemukakan beberapa dari usaha mengklasifikasikan media yang dilakukan atau dibuat oleh beberapa ahli.
Rudy Bretz (1971) membuat klasifikasi media atas dasar ciri utamanya menjadi 3 unsur pokok yaitu suara, bentuk visual dan gerak. Disamping itu dia juga mengadakan klasifikasi antara media rekaman dan media telekomunikasi (transmisi). Atas dasar 2 hal di atas, maka dia menemukan 7 klasifikasi media yaitu: media audio, media gerak, audio visual diam, audio visual gerak, visual gerak, visual diam. Audio dan media cetak.
Wilbur Schramm (1977) mengklasifikasikan media berdasarkan kompleksitas dan besarnya biaya, menjadi 2 kelompok yaitu media besar (big-media) dan media kecil (little-media). Ia juga mengklasifikasikan media atas dasar daya jangkau dan liputannya menjadi: (1). Media yang luas dan serentak meliputi banyak audience seperti TV, Radio, (2). Media yang terbatas liputannya seperti: film, slide, kaset, video, dsb. dan (3). Media untuk belajar secara individual (mandiri) seperti: buku, model, program belajar dengan komputer (Computer Assisted Instruction: CAI).

IV. SISTEM MULTIMEDIA
Prinsip dasar dari sistem multimedia ini adalah kombinasi dari media dasar audio visual dan visual yang dipergunakan untuk tujuan pembelajaran. Jadi penggunaan secara kombinasi dua atau lebih media pembelajaran ini yang dikenal dengan sistem multimedia.
Perlu dimaklumi bahwa konsep multimedia ini bukan sekadar penggunaan media secara majemuk untuk pencapaian kompetensi tertentu, namun mencakup pengertian perlunya integrasi masing-masing media yang digunakan dal;am suatu penyajian yang tersusun secara baik (sistemik dan sistematik). Masing-masing media dalam sistem multimedia ini dirancang untuk saling melengkapi sehingga secara keseluruhan media yang digunakan akan menjadi lebih besar peranannya dari pada sekedar penjumlahan dari masing-masing media.
Bentuk-bentuk sistem multimedia yang pada saat ini banyak digunakan di kelas (disekolah) adalah kombinasi multimedia dalam bentuk satu kit (perangkat) yang disatukan. Satu perangkat (kit) multimedia adalah suatu gabungan bahan-bahan pembelajaran yang meliputi lebih dari satu jenis media dan disusun atau digabungkan berdasarkan atas satu topik tertentu. Perangkat (kit) ini dapat mencakup slide, film rangkai, pita suara, piringan hitam, gambar diam, grafik, transparansi, peta, buku kerja, chart, dan lain-lain menjadi satu model. Misalnya Penggunaan komputer untuk program power point, atau CD untuk pembelajaran.

V. MULTIMEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER
Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran, dan lebih khusus lagi adalah proses pembelajaran yang terjadi di kelas. Pembelajaran berbasis komputer (PBK) dimaksudkan adalah model atau produk desain pembelajaran yang secara sengaja didesain dan dikembangkan dengan menggunakan komputer sebagai basis guna memudahkan proses belajar. PBK yang sekarang ada merupakan tindak lanjut dari Pembelajaran Berprograma (Programmed Instruction) yang merupakan produk/temuan spektakular dari Skinner, atau yang oleh AECT dikenal dengan Pembelajaran Arah Diri (Individually Prescribe Instruction) (AECT, 1977: 204). Dengan PBK sangat dimungkinkan perhatian dan partisipasi peserta didik dapat ditingkatkan. Criswell (1989:1) mengemukakan: ….to any use of computer to present instructional material, provide for active participation of the student action. Very simply, the goal of Computer-Based Instruction (CBI) is to teach.
Multimedia yang dimaksud dalam tulisan ini tidak semata-mata penggunaan berbagai media, namun mensyaratkan atau identik dengan multimedia yang berbasis komputer. Dengan media pembelajaran yang berbasis komputer juga terkandung maksud sifat interaktif siswa dengan media. Maka konsep multimedia interaktif selalu berkonotasi sebagai media pembelajaran yang berbasis komputer.

VI. JENIS PEMBELAJARAN DENGAN MULTIMEDIA
Dewasa ini masih banyak guru-guru yang enggan memanfaatkan media yang ada untuk kegiatan pembelajaran. Masih banyak kecenderungan bahwa para siswa dibiasakan untuk mendengarkan apa yang diajarkan oleh guru, kemudian mencatat dan dipaksa untuk menghafalkannya diluar kepala. Keadaan semacam ini jelas akan menghasilkan sikap verbalistik, yang menyebabkan peserta didik menjadi pasif dan kegiatan pembelajaran menjadi cepat menjemukan. Untuk itu dalam rangka mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning / joyfull class) serta mengaktifkan siswa, penggunaan multimedia pembelajaran akan sangat membantu kegiatan pembelajaran.
Betapa pentingnya fungsi multimedia di dalam kegiatan pembelajaran dapat dijelaskan sebagai berikut.
Pada awalnya media hanya berfungsi sebagai alat visual (alat peraga) dalam kegiatan pembelajaran, yaitu berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa, guna meningkatkan motivasi belajar, memperjelas serta mempermudah konsep yang abstrak, dan mempertinggi retensi (daya serap) siswa.
Pada kira-kira pertengahan abad ke-20, dengan masuknya pengaruh dari teknologi audio, lahirlah peraga audio visual yang menekankan penggunaan pengalaman konkret untuk menghindari verbalisme. Dalam usaha untuk memanfaatkan media sebagai alat bantu mengajar ini EDGAR DALE (1969) dalam bukunya “Audio visual methods in teaching” membuat klasifikasi pengalaman berlapis menurut jenjang/tingkat dari yang paling konkret ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian menjadi sangat popular/terkenal dengan nama Kerucut Pengalaman (the cone of experience) dari Edgar Dale, yang terdiri dari 11 jenjang, meliputi: pengalaman langung, observasi, partisipasi, demonstrasi, wisata, TV, film, radio, visual, simbol visual dan lambang verbal (kata-kata). Pada waktu itu guru-guru amat terpikat pada kerucut pengalaman ini, karena dapat dipakai sebagai pedoman dalam memilih alat bantu apa yang sesuai untuk dipergunakan oleh guru.
Pada akhir tahun 1950-an, teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audio-visual, sehingga fungsi media sebagai alat peraga mulai bergeser menjadi penyalur pesan/informasi belajar.
Tahun 1960-an, teori tingkah laku (behaviorism-theory) ajaran BF.Skinner, mulai mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran. Menurut teori ini mendidik adalah mengubah tingkah laku siswa. Karenanya orientasi tujuan pembelajaran (tujuan instruksional) haruslah mengarah kepada perubahan tingkah laku siswa. Teori ini mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingkah laku siswa sebagai hasil kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran yang terkenal sebagai produk dari teori ini adalah teaching-machine dan programmed-instruction.
Sejak tahun 1965 di mana penggunaan pendekatan sistem (system approach) mulai memasuki khasanah pendidikan maupun kegiatan pembelajaran. Pendekatan sistem ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Bahkan JAMES W BROWN (1977), tokoh dalam bidang teknologi, media dan metode pembelajaran, memandang bahwa media itu sebagai central-elements, dengan mengatakan: “Media are regarded as central-elements in the approach to the systematic instruction”. Program pembelajaran yang termasuk di dalamnya (involve) media pembelajaran dilaksanakan secara sistematik berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada perubahan tingkah laku sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai.
Dengan konsepsi yang semakin mantap itu, fungsi media dalam kegiatan pembelajaran tidak lagi sekedar peraga bagi guru melainkan pembawa informasi/pesan pembelajaran yang dibutuhkan siswa. Dengan demikian pola interaksi edukatif akan lebih bervariasi hingga meliputi 5 pola berikut:
1. Sumber berupa orang saja (seperti yang kebanyakan terjadi di sekolah kita sekarang)
2. Sumber berupa orang yang dibantu oleh/dengan sumber lain.
3. Sumber berupa orang bersama dengan sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggung jawab.
4. Sumber lain saja tanpa sumber berupa orang.
5. Kombinasi dari keempat pola tersebut dalam bentuk suatu sistem.

VII. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN DENGAN MULTIMEDIA
Karakteristik  utama dari pembelajaran dengan multimedia adalah mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks, gambar, grafis, dan suara yang dioperasikan dengan komputer. Pembelajaran dengan menggunakan multimedia sangat bermanfaat bagi siswa, setidak-tidaknya dalam beberapa hal seperti: mendorong rasa ingin tahu siswa, mendorong keinginan untuk mengubah sesuatu yang sudah ada, dan mendorong keinginan siswa untuk mencoba hal-hal yang baru, dan lain-lain.
Kelebihan: Pembelajaran dengan multimedia memiliki kelebihan-kelebihan antara lain: (1) Memungkinkan terjadinya interaksi mahasiswa dan materi pelajaran (2) Proses belajar secara individual sesuai kemampuan mahasiswa (3)Menampilkan unsur audiovisual. Langsung memberikan umpan balik dan (4) Menciptakan proses belajar yang berkesinambungan
Kekurangan. Beberapa kekurangan dari pembelajaran dengan multimedia di antaranya adalah: (1) Pembelajaran dengan multimedia mengharuskan dioperasikan melalui komputer sebagai perangkat lunak (software)-nya. (2) Peralatan untuk memanfaatkannya relatif masih mahal, dan (3) Perlu keterampilan khusus untuk mengoperasikannya.

VIII. KOMPONEN MULTIMEDIA YANG PERLU DISIAPKAN
Dari uraian terdahulu telah dikemukakan betapa pentingnya peranan media sebagai salah satu sumber para pelajar bagi para pembelajar. Oleh karenanya perlu sekali untuk diketahui komponen-komponen multimedia yang perlu disiapkan untuk mengembangkan multimedia. Komponen-komponen multimedia tersebut diantaranya meliputi:
1. Bahan visual
2. Bahan audio
3. Permainan dan simulasi

1. Bahan-bahan visual
Jenis media ini tidak memerlukan proyektor (alat proyeksi) untuk melihatnya. Oleh karena itu secara relatif lebih banyak digunakan oleh guru-guru. Dalam garis besarnya media ini dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gambar, diagram, serta model dan realita.
a. Gambar diam (still picture)
Adalah gambar fotografik atau menyerupai foto-grafik yang mewakili/ menggambarkan lokasi/tempat, obyek-obyek tertentu serta benda-benda. Gambar diam paling sering digunakan dalam IPS/geografi adalah peta, gambar mengenai obyek-obyek tertentu seperti: gunung, pegunungan, lereng, lembah serta benda-benda bersejarah dan sebagainya.
b. Bahan-bahan grafis (graphic materials)
Adalah bahan-bahan non fotografik dan bersifat dua dimensi yang dirancang terutama untuk mengkomunikasikan suatu pesan kepada audience/murid. Bahan grafis ini umumnya memuat lambang-lambang verbal dan tanda-tanda visual secara simbolis. Bahan-bahan grafis ini terdiri dari: grafik, diagram, chart, poster, kartun dan komik.
1) Grafik (graphs), berupa penyajian secara visual data-data numerik, juga dapat menggambarkan hubungan antara unit-unit data dan arah kecenderungan dalam data tersebut. Jenis-jenis grafik ini terdiri dari: grafik batang (bar-graphs), grafik gambar (pictoral graphs), grafik lingkaran (circle/pie graphs) dan grafik garis (line graphs)
2) Diagram, berupa pengaturan secara grafis yang menunjuk kepada orang, benda dan konsep untuk menunjukkan hubungan atau untuk membantu menjelaskan proses. Misalnya gambaran tentang proses terjadinya hujan (siklus air).
3) Chart, berupa bentuk penyajian visual yang merupakan kombinasi penggunaan simbol numerikal dan pictoral (gambar) untuk memvisualisasikan hubungan antara fakta-fakta atau gagasan-gagasan kunci dalam urutan yang logis. Jenis-jenis chart ini terdiri dari: chart organisasi (organization chart) atau chart ranting/batang, chart klasifikasi (classification chart), chart garis waktu (time line), chart tabular (tabular charts) dan chart arus (flowchart/process chart)
4) Poster, berupa suatu kombinasi visual yang terdiri dari garis, warna dan kata-kata yang dimaksudkan untuk menangkap perhatian dari kejauhan dalam rangka mengkomunikasikan suatu pesan pendek. Karena itu poster biasanya dicetak dengan desain gambar-gambar yang jelas, pada suatu permukaan yang dapat menangkap perhatian orang yang lewat secara sekilas.
5) Kartun, berupa suatu gambar karikatur yang menyindir atau memperolokkan orang atau keadaan. Biasanya kartun digunakan untuk mempengaruhi pendapat umum dan sekaligus disajikan juga sebagai hiburan.
6) Komik, berupa suatu rangkaian gambar kartun yang dijalin dalam suatu cerita untuk menyampaikan fakta atau gagasan.
7). Model dan realia. Model merupakan representasi tiga dimensi dari benda/obyek yang sesungguhnya. Jadi merupakan tiruan dalam ukuran yang lebih kecil, sama atau lebih besar dengan benda/objek yang diwakilinya. Sedangkan realia (model dan benda yang sesungguhnya seperti uang logam, tumbuh-tumbuhan, alat-alat, binatang dsb) umumnya tidak dianggap sebagai visual karena istilah visual mengandung makna representasi (mewakili suatu benda/objek dan bukan benda itu sendiri.

2. Bahan-bahan Audio
Yang dimaksud dengan media audio ini adalah berbagai bentuk/cara perekaman dan transmisi suara (manusia dan suara lainnya) untuk kepentingan tujuan pembelajaran. Peralatan audio yang biasa digunakan di kelas adalah phonographs atau record player, open reel tape recorder dan casette tape recorder.

3. Permainan dan Simulasi
“Permainan” (game) adalah suatu kegiatan dimana para pemain berusaha mencapai tujuan yang ditetapkan dengan mengikuti aturan-aturan yang dipersyaratkan. Sedangkan “simulasi” (simulation) adalah suatu abstraksi atau penyederhanaan beberapa situasi atau proses kehidupan yang sederhana. Perbedaan antara permainan dan simulasi memang tidak selalu jelas, karena banyak kegiatan permainan mengandung unsur yang menggambarkan realitas, sedangkan dilain pihak banyak kegiatan simulasi yang memuat unsur permainan.

IX. PRINSIP PENGEMBANGAN DAN PRODUKSI MULTIMEDIA
Secara umum untuk mengembangkan multimedia pembelajaran perlu diperhatikan prinsip VISUALS, yang dapat digambarkan sebagai singkatan dari kata-kata:
Visible  : Mudah dilihat
Interesting : Menarik
Simple  : Sederhana
Useful  : Isinya beguna/bermanfaat
Accurate : Benar (dapat dipertanggungjawabkan)
Legitimate : Masuk akal/sah
Structured : Terstruktur/tersusun dengan baik
Adapun prinsip pengembangan media pembelajaran hendaknya memenuhi prinsip VISUALS (Visible, Interesting, Simple, Useful, Accurate, Legitimate, Structured). Penggunaan media pembelajaran geografi dapat memperlancar proses  pembelajaran dan mengoptimalkan hasil belajar. Guru IPS/geografi seyogyanya mampu memilih dan mengembangkan media yang tepat.
Beberapa contoh membuat Visual:
Konsep Visual yang Dipakai
? Proses, prosedur, sikl 
?  Fakta, data  
? Data perbandingan 
?  Hubungan ruang 
?  Hubungan dalam struktur
?  Hubungan waktu 
?  Hubungan keluarga  • Bagan alur (flowchart)
•  Tabel, matriks, daftar
•  Grafik (balok, cakram, koordinat, kurva)
•  Peta
•  Bagan, skema, diagram
•  Jadwal, Gannt chart
•  Bagan silsilah
 
Sedangkan dalam konteks KTSP, prinsip pengembangan multimedia perlu mempertimbangkan 2 hal yaitu:
1. Prinsip-Prinsip Perancangan Program Multimedia
Perancangan program multimedia dalam konteks KTSP dilakukan dengan mengikuti prinsip pengembangan KTSP, yakni:
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
b. Beragam dan terpadu
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu, teknologi dan seni
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
f. Belajar sepanjang hayat
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

2.  Pertimbangan dalam Perancangan Program Multimedia
Perancangan program multimedia juga dilakukan dengan mengikuti mengikuti prinsip pengembangan KTSP, yakni mempertimbangkan:
a. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
b. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
c. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
d. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
e. Tuntutan dunia kerja
f. Perkembangan ilmu, teknologi, dan seni
g. Agama
h. Dinamika perkembangan global
i. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
j. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
k. Kesetaraan jender
l. Karakteristik satuan pendidikan

 X. DAFTAR PUSTAKA

Brown, James W., Richard B. Lewis, Fred F. Harcleroad, AV (1977) Intruction : Technology, Media, And Methods, New York : Mc Graw-Hill Book Company.

Dale, Edgar, (1969) Audio Visual Methods in Teaching, New Yorg: Holt, Rinehart and Winston Inc. The Dryden Press.

Dick, Walter, Lou Carrey and James O Carey. (2005). The Systematic Design of Instruction. Boston: Pearson, Allyn and Bacon.

Heinich, Robert, Michael Molenda, James D. Russel, (1982) Instructional Media: and the New Technology of Instruction, New York: Jonh Wily and Sons.

Jusufhadi Miarso, dkk., (1984) Teknologi Komukikasi Pendidikan: Pengertian dan Penerapannya di Indonesia. Jakarta: Pustekkom Dikbut dan CV Rajawali.

Mukminan, (2006) Desain Pembelajaran. FPIPS IKIP Yogyakarta.

Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP

Trini Prastati dan Prasetya Irawan (2001) Media sederhana.Jakarta: PAU-PPAI

Biodata Penulis
M. Miftah lahir di Demak, 20 Desember 1977. Ia adalah tenaga ahli pengkajian dan perancangan (Jiran), animator, programmer, pengkaji media, dan fungsional peneliti Balai Pengembangan Multimedia (BPM) Semarang, Pustekkom, Depdiknas. Setelah lulus dari IAIN Surabaya tahun 1998 - 2002 dan belajar di Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya tahun 1998 - 2002, ia pernah menempuh kursus bahasa Arab, Inggris dan komputer di beberapa tempat di Pare, Kediri, Jawa Timur  kemudian melanjutkan S2 di Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Jurusan Teknologi Pembelajaran (TP) lulusan tahun 2003 - 2005. Selain menjadi tenaga ahli media dan peneliti yang bergerak di bidang pengembangan multimedia pembelajaran, ia mengajar di Majlis Taklim Al – Hikmah Dempet, Demak, dan sebagai direktur Bintara Technology di Yogyakarta.

 



title Filter     Tampilkan # 
# Judul Artikel Penulis Hits
 

Kontak

Alamat: Bintara technology Karangmalang A-25, Sleman, Yogyakarta Telp.(0291)686364 HP. 085228022333
Email: hasanmiftah@yahoo.com
Situs: www.mediapendidikan.net
http://klik-m.com Support:

Facebook

Code Facebook Badge

Jajak Pendapat

Menurut anda, bagaimana tampilan dan isi situs ini?
 

Saling Sapa

Produk Multimedia


Anggota



Sedang Online

Ada 2 tamu online

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini9
mod_vvisit_counterKemarin44
mod_vvisit_counterMinggu ini9
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin154
mod_vvisit_counterBulan ini105
mod_vvisit_counterBulan Kemarin637
mod_vvisit_counterTotal4966

Ada: 1 tamu, 1 bots online
Your IP: 38.107.191.101
 , 
Today: Sep 05, 2010

Persembahan